foto istimewa

MUNA BARAT, SAHABATSULTRA.COM – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU Sukadamai, Kecamatan Tiworo Tengah, menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait antrean panjang kendaraan yang terjadi hampir setiap hari.

Dalam sidak tersebut, Bupati meninjau langsung antrean kendaraan roda dua maupun roda empat yang mengular hingga keluar area SPBU. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasokan BBM bersubsidi yang tersedia belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

SPBU Sukadamai saat ini merupakan satu-satunya stasiun pengisian bahan bakar umum yang melayani masyarakat di Kabupaten Muna Barat. Dengan kuota Pertalite sekitar 8 kiloliter atau 8.000 liter per hari, pasokan dinilai tidak lagi sebanding dengan meningkatnya jumlah kendaraan yang melakukan pengisian setiap hari.

Selain keterbatasan kuota, selisih harga antara Pertalite dan Pertamax juga menjadi salah satu faktor meningkatnya permintaan BBM bersubsidi. Perbedaan harga yang mencapai sekitar Rp6.300 per liter membuat sebagian besar pengguna kendaraan memilih Pertalite, sehingga antrean kerap berlangsung sejak sore hingga pagi hari.

Dalam kesempatan itu, La Ode Darwin juga menanggapi keluhan masyarakat mengenai dugaan praktik percaloan BBM di SPBU Sukadamai. Ia meminta agar pengelolaan distribusi BBM dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan sehingga tidak merugikan masyarakat.

Berdasarkan penjelasan pengelola SPBU, pelayanan pengisian BBM bersubsidi telah menggunakan sistem barcode sesuai aturan yang berlaku. Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan akan terus melakukan pengawasan untuk memastikan distribusi BBM tepat sasaran.

Sebagai upaya mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Muna Barat akan berkoordinasi dengan BPH Migas dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) guna memperjuangkan penambahan kuota BBM bersubsidi bagi daerah tersebut.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan mengkaji pembangunan SPBU di sejumlah titik strategis agar beban pelayanan tidak lagi terpusat di SPBU Sukadamai. Pemerintah juga mengimbau aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Muna Barat untuk sementara menggunakan Pertamax, sehingga kuota Pertalite dapat lebih diprioritaskan bagi masyarakat yang berhak menerima BBM bersubsidi.

Bupati berharap penambahan kuota BBM serta pembangunan SPBU baru dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi antrean, memperlancar distribusi BBM, dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Muna Barat.