![]() |
| foto istimewa |
MUNA BARAT, SAHABATSULTRA.COM – Suasana berbeda terasa di Desa Guali, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, pada pertengahan Ramadhan tahun ini. Lantunan ayat suci Al-Qur’an, seruan adzan, hingga ceramah singkat anak-anak menggema dari sebuah panggung sederhana yang berdiri di tengah halaman kegiatan.
Di panggung kecil itulah puluhan santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) berdiri dengan wajah tegang namun penuh semangat. Mereka datang bukan sekadar berkumpul, tetapi untuk mengikuti Lomba Festival Ramadhan yang digelar oleh mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) dari Institut Teknologi, Bisnis, dan Kesehatan Muhammadiyah (ITBKM) Muna Barat.
Bagi sebagian anak, momen itu menjadi pengalaman pertama tampil di depan banyak orang. Dengan suara yang kadang bergetar, mereka mencoba melantunkan adzan, menyampaikan kultum, hingga mempraktikkan salat dengan penuh kesungguhan.
Koordinator Humas KKA Desa Guali, Wa Ode Suriana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan program kerja ke-6 yang dilaksanakan mahasiswa selama menjalankan pengabdian di desa tersebut.
“Lomba Festival Ramadhan ini kami adakan untuk memeriahkan bulan suci Ramadhan sekaligus menumbuhkan semangat belajar agama bagi anak-anak di Desa Guali,” ujarnya, Minggu (15/3/2026).
Sebanyak 68 peserta dari lima TPQ di Desa Guali ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka mengikuti berbagai cabang lomba seperti kultum, praktik salat, hafalan surat pendek, dan adzan.
Selama tiga hari pelaksanaan, suasana kegiatan dipenuhi orang tua dan warga desa yang datang memberikan dukungan. Beberapa di antara mereka tampak tersenyum bangga saat melihat anak-anak tampil di atas panggung.
Tak sedikit pula peserta yang awalnya terlihat gugup. Namun setelah mulai melantunkan ayat atau mengumandangkan adzan, rasa percaya diri perlahan muncul.
Bagi mahasiswa KKA, kegiatan ini bukan sekadar perlombaan. Lebih dari itu, festival Ramadhan menjadi ruang bagi anak-anak desa untuk belajar berani tampil sekaligus memperdalam nilai-nilai keagamaan.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian pengabdian mahasiswa KKA ITBKM Muna Barat yang berlangsung sejak 6 Februari hingga 23 Maret 2026 di Desa Guali.
“Harapan kami, melalui kegiatan ini anak-anak semakin termotivasi untuk belajar Al-Qur’an dan memperdalam pengetahuan agama,” kata Suriana.
Apresiasi juga datang dari Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Guali, Irwan Hidayat. Ia menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang dinilai memberi dampak positif bagi pembinaan karakter dan pendidikan agama anak-anak di desa tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKA ini. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi anak-anak dan masyarakat Desa Guali,” ujar PLT Kadis Guali Irwan Hidayat.
Sebagai bentuk apresiasi, seluruh peserta mendapatkan piagam penghargaan. Sementara para juara menerima hadiah berupa buku, pulpen, pensil, dan penghapus.
Meski digelar secara sederhana, festival Ramadhan ini menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak TPQ di Desa Guali. Di panggung kecil itu, mereka belajar tentang keberanian, kepercayaan diri, serta kecintaan pada Al-Qur’an dan nilai yang diharapkan akan terus tumbuh bahkan setelah Ramadhan berlalu.
Penulis: Amsir



Social Header