Breaking News

Dari 146 Jatah, Hanya 34 Tiba: Ada Apa dengan Distribusi MBG di Napano Kusambi?

Penyaluran MBG di salah satu sekolah Kecamatan Napano Kusambi Kurang seharusnua yang di bawa 146 malah yang tiba 34 saja

MUNA BARAT, SAHABATSULTRA.COM – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Kecamatan Napano Kusambi, Kabupaten Muna Barat, Kamis (11/6/2026), mengalami kendala distribusi. Dari total kebutuhan 146 paket makanan untuk siswa, hanya 34 paket yang tiba di sekolah pada pagi hari ini.

Akibat keterlambatan tersebut, sebanyak 112 siswa belum menerima makanan yang menjadi hak mereka dalam program nasional yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi anak sekolah itu.

Informasi yang dihimpun Sahabatsultra.com menyebutkan, paket makanan yang diterima sekolah jauh di bawah jumlah siswa penerima manfaat. Kondisi tersebut terjadi saat para siswa tengah menjalani ulangan sekolah dan dijadwalkan pulang lebih awal.

"Kebutuhan siswa sebanyak 146 paket, tetapi yang datang pagi tadi hanya 34 paket. Kami juga belum mengetahui secara pasti penyebab kekurangan tersebut," ujar salah satu sumber di lingkungan sekolah yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Kekurangan distribusi itu memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan pelaksanaan program di tingkat lapangan, khususnya terkait kapasitas produksi dan ketepatan distribusi makanan kepada siswa.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Napano Kusambi, Salim, membenarkan adanya kekurangan paket makanan yang disalurkan ke sekolah tersebut.

Menurut dia, kendala terjadi karena mitra penyedia makanan belum mampu memenuhi kebutuhan sesuai jumlah yang dibutuhkan pada proses produksi sebelumnya.

"Memang benar jumlah yang disalurkan ke sekolah kurang. Penyebabnya karena pihak mitra yang menyiapkan bahan dan makanan pada malam sebelumnya belum mampu memenuhi kebutuhan sesuai jumlah yang dibutuhkan," kata Salim saat dikonfirmasi, Kamis. (11/6/2026) melalui washapnya.

Ia mengaku pihak SPPG sempat mengalami kesulitan akibat kondisi tersebut dan kini sedang berupaya memenuhi kekurangan paket yang belum terdistribusi.

"Yang pusing justru kami di SPPG karena harus mencari jalan keluar. Saat ini kekurangannya masih sedang disiapkan," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, salah satu kendala yang dihadapi berkaitan dengan ketersediaan bahan untuk menu utama yang belum sepenuhnya tersedia saat proses produksi dilakukan. 

Namun, hingga kini belum ada penjelasan lebih rinci mengenai jenis bahan yang mengalami kekurangan maupun langkah antisipasi yang disiapkan agar kejadian serupa tidak terulang.

Peristiwa ini menjadi sorotan karena Program MBG merupakan program strategis pemerintah yang didanai negara dan ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi peserta didik. Dalam pelaksanaannya, ketepatan jumlah, kualitas makanan, dan waktu distribusi menjadi aspek penting yang menentukan keberhasilan program.

Sejumlah pihak menilai kejadian tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bagi pengelola program maupun mitra penyedia makanan. 

Transparansi terkait kapasitas produksi, kesiapan bahan baku, serta mekanisme distribusi dinilai penting untuk memastikan seluruh siswa penerima manfaat memperoleh haknya secara tepat waktu.

Hingga berita ini ditulis, pihak SPPG Napano Kusambi menyatakan masih berupaya memenuhi kekurangan 112 paket makanan yang belum diterima siswa. 

Sementara itu, pihak mitra penyedia makanan belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan Sahabatsultra.com melalui pesan WhatsApp hingga berita ini diterbitkan belum mendapat respons. (Red)

© Copyright 2024 - SAHABAT SULTRA