Breaking News

Kecamatan Maginti Dianaktirikan, Infrastruktur Diabaikan Sebabkan Asumsi Liar*

Mahasiswa asal Dion Mangti 

Muna Barat, Sahabatsultra.com  – Kondisi infrastruktur jalan di Kecamatan Maginti kembali menuai sorotan. Ruas jalan yang menghubungkan Desa Pajala dan Desa Abadi Jaya saat ini berada dalam kondisi rusak parah, dipenuhi lubang di berbagai titik dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Masyarakat bahkan menyebut ruas tersebut sebagai "lubang maut" karena tingginya risiko kecelakaan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Ironisnya, jalan tersebut merupakan akses vital yang harus dilalui masyarakat dan para kepala desa di wilayah kepulauan Kecamatan Maginti untuk menuju pusat pemerintahan Kabupaten Muna Barat. Namun hingga hari ini, kerusakan yang telah berlangsung cukup lama belum juga mendapatkan penanganan yang serius dari pemerintah daerah.

Menanggapi kondisi tersebut, mahasiswa asal Maginti, Dion Maginti, menyampaikan kritik keras terhadap pemerintah daerah yang dinilai gagal menunjukkan komitmen pembangunan yang merata.

 "Jalan ini adalah akses utama masyarakat dan para kepala desa menuju pusat pemerintahan. Namun yang kita lihat hari ini bukanlah pembangunan, melainkan pembiaran. Masyarakat dipaksa melewati jalan yang rusak parah setiap hari tanpa kepastian kapan akan diperbaiki."

Dion menilai bahwa lambannya respons pemerintah telah memunculkan berbagai asumsi di tengah masyarakat, termasuk anggapan bahwa Kecamatan Maginti tidak menjadi prioritas dalam agenda pembangunan daerah.

 "Masyarakat mulai bertanya-tanya, apakah Maginti benar-benar masih menjadi bagian penting dari Kabupaten Muna Barat? Sebab fakta yang terlihat adalah ketimpangan pembangunan yang begitu nyata. Ketika akses vital masyarakat dibiarkan rusak bertahun-tahun, maka wajar jika muncul anggapan bahwa Maginti dianaktirikan."

Lebih lanjut, Dion juga menyinggung slogan daerah yang selama ini sering digaungkan oleh pemerintah.

> "Jika kondisi seperti ini terus dibiarkan, maka masyarakat berhak menilai bahwa jargon 'Liwu Mokesa' hanya menjadi slogan kosong tanpa makna maupun isi. Sebab kemajuan daerah tidak diukur dari slogan yang terus diulang, melainkan dari sejauh mana pemerintah mampu menghadirkan pembangunan yang dirasakan secara nyata oleh masyarakat."

Menurutnya, pembangunan yang berkeadilan harus mampu menjangkau seluruh wilayah tanpa membedakan daerah tertentu. Infrastruktur dasar seperti jalan merupakan kebutuhan mendesak yang seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

"Jangan sampai masyarakat hanya mendengar janji dan slogan, sementara kondisi di lapangan justru menunjukkan kenyataan yang berbeda. Pemerintah harus segera membuktikan keberpihakannya melalui tindakan nyata, bukan sekadar narasi pembangunan."

Masyarakat Kecamatan Maginti berharap Pemerintah Kabupaten Muna Barat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki ruas jalan Pajala–Abadi Jaya. Sebab selama persoalan ini terus diabaikan, kritik publik akan semakin menguat dan berbagai asumsi mengenai ketidakadilan pembangunan akan terus berkembang di tengah masyarakat. (Red)

© Copyright 2024 - SAHABAT SULTRA