MUNA BARAT, SAHABATSULTRA.COM – Peringatan Hari Laut Sedunia atau World Oceans Day dimanfaatkan Kelompok PAAP Kerapu Tikus Tikep Kusambi untuk mengajak masyarakat menjaga kelestarian laut dan kawasan pesisir. Bersama warga, kelompok tersebut menggelar aksi peduli lingkungan di Pulau Katela, Kecamatan Tiworo Kepulauan, Kabupaten Muna Barat, pada akhir pekan lalu.
Kegiatan itu diawali dengan aksi bersih pantai dan perairan sekitar pulau. Puluhan peserta yang terdiri dari nelayan, pemuda, dan masyarakat setempat mengumpulkan sampah yang berserakan di pesisir, terutama sampah plastik yang berpotensi mencemari ekosistem laut.
Selain aksi bersih-bersih, panitia juga menggelar edukasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir serta kampanye pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Sosialisasi pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut.
Ketua Kelompok PAAP Kerapu Tikus Tikep Kusambi Nasrun mengatakan peringatan Hari Laut Sedunia tidak semestinya dipahami sebagai kegiatan seremonial tahunan. Menurut dia, momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga laut sebagai sumber kehidupan.
“Laut merupakan sumber penghidupan masyarakat pesisir. Karena itu, menjaga kebersihan dan kelestariannya menjadi tanggung jawab bersama. Langkah sederhana seperti tidak membuang sampah ke laut dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dapat memberikan dampak besar bagi keberlanjutan sumber daya laut,” ungkap Nasrun
Pulau Katela merupakan salah satu wilayah pesisir di Kecamatan Tiworo Kepulauan yang memiliki potensi sumber daya kelautan cukup besar. Sebagian besar masyarakat menggantungkan kehidupan pada sektor perikanan dan hasil laut lainnya. Kondisi tersebut membuat upaya menjaga kualitas lingkungan laut menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar.
Dalam beberapa tahun terakhir, isu pencemaran sampah plastik di kawasan pesisir menjadi perhatian berbagai pihak. Sampah yang terbawa arus laut maupun berasal dari aktivitas manusia berpotensi merusak habitat biota laut, termasuk terumbu karang dan ekosistem pesisir lainnya.
Melalui kegiatan ini, Kelompok PAAP Kerapu Tikus Tikep Kusambi berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan terus meningkat. Kolaborasi antara kelompok masyarakat, nelayan, dan generasi muda dinilai menjadi kunci dalam menciptakan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.
Aksi di Pulau Katela tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga laut bukan hanya tugas pemerintah atau komunitas tertentu. Kelestarian laut membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar sumber daya yang ada tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang. (Red)



Social Header