![]() |
| Bupati Mubar La Ode Darwin Lantik 88 penjabat Eselon III dan IV |
MUNA BARAT, SAHABATSULTRA.COM — Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, kembali merombak jajaran birokrasi. Sebanyak 88 pejabat eselon III dan IV dilantik dan diambil sumpah/janji jabatan di Aula Kantor Bupati Muna Barat, Senin (31/8/2026).
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penataan organisasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muna Barat. Namun, di balik pergeseran dan pengisian jabatan itu, Bupati Darwin menyampaikan pesan yang cukup tegas: jabatan bukan sekadar posisi, melainkan amanah yang membawa konsekuensi dan tanggung jawab.
Darwin mengatakan, pelantikan merupakan bagian dari proses penguatan organisasi agar roda pemerintahan dan seluruh kegiatan di masing-masing tempat kerja dapat berjalan sebagaimana mestinya.
“Pelantikan merupakan suatu proses dan penguatan suatu organisasi serta berjalannya suatu kegiatan yang ada di tempat kerja,” ujar Darwin.
Ia kemudian mengingatkan para pejabat yang baru menerima mandat agar memahami konsekuensi dari jabatan yang diemban.
“Jabatan memiliki konsekuensi dan tanggung jawab,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah upaya pemerintah daerah melakukan penataan birokrasi. Sebab, perubahan komposisi pejabat tidak otomatis menjamin perubahan kualitas pemerintahan.
Yang akan diuji bukan siapa yang duduk di kursi jabatan, tetapi apa yang mampu dikerjakan setelah mendudukinya.
Pejabat eselon III dan IV memiliki posisi strategis dalam rantai birokrasi. Mereka bersentuhan langsung dengan pelaksanaan program pemerintah, administrasi, koordinasi antarbagian hingga pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, pelantikan 88 pejabat tersebut tidak semestinya berhenti sebagai agenda seremonial. Penataan birokrasi baru akan memiliki arti apabila diikuti dengan peningkatan kinerja, disiplin aparatur, percepatan pelayanan dan pencapaian target program pemerintah daerah.
Darwin menegaskan, kepercayaan yang diberikan melalui jabatan harus diterjemahkan menjadi kerja nyata di masing-masing organisasi perangkat daerah.
Dengan dilantiknya puluhan pejabat tersebut, sorotan berikutnya berada pada kinerja mereka. Publik tentu akan menilai apakah perubahan struktur birokrasi tersebut benar-benar menghasilkan perbaikan atau sekadar mengganti nama dan posisi dalam struktur pemerintahan.
Sebab, keberhasilan sebuah pelantikan tidak diukur dari berapa banyak pejabat yang dilantik, tetapi dari seberapa besar perubahan yang dirasakan masyarakat setelah mereka bekerja.
Kini, 88 pejabat tersebut memikul tanggung jawab untuk membuktikan bahwa kepercayaan yang diberikan bukan sekadar legitimasi untuk menduduki jabatan, melainkan mandat untuk bekerja dan memberikan hasil bagi Kabupaten Muna Barat.
Jabatan telah diberikan. Berikutnya, kinerja yang akan berbicara.
(Red)



Social Header