![]() |
| Ketgam: Upacara pengukuhan Anggota paskibraka saat di kukukan Bupati La Ode Darwin |
MUNA BARAT, SAHABATSULTRA.COM — Sebanyak 76 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Muna Barat (Mubar) resmi dikukuhkan oleh Bupati Mubar La Ode Darwin. Mereka akan mengemban tugas pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.
Pengukuhan berlangsung khidmat di Tribun Lapangan Kelurahan Wamelai, Kecamatan Lawa, Muna Barat, Minggu malam, 15 Agustus 2026. Prosesi diawali dengan pengucapan ikrar oleh para anggota Paskibraka.
Usai pengukuhan, Bupati La Ode Darwin didampingi Ketua TP PKK Mubar Rika Purwaningsih, Wakil Bupati Ali Basa, pimpinan dan anggota DPRD Mubar, serta jajaran Forkopimda memberikan ucapan selamat kepada seluruh anggota Paskibraka.
Suasana yang semula penuh kekhidmatan berubah lebih meriah ketika para pelajar terpilih itu menampilkan yel-yel penuh semangat setelah sesi foto bersama.
Sebanyak 76 anggota Paskibraka tersebut terdiri atas 41 putri dan 35 putra. Mereka merupakan perwakilan terbaik dari SMA dan SMK se-Kabupaten Muna Barat yang telah melewati proses seleksi serta menjalani latihan intensif selama dua pekan.
Pelatih Paskibraka Mubar, Muh. Jayani, mengatakan para peserta sebelumnya telah menjalani berbagai tahapan pembinaan fisik dan mental. Proses tersebut dimulai melalui prasesi pada 29–31 Juli 2026, kemudian dilanjutkan dengan tradisi “karantingan” atau prosesi masuk Desa Bahagia pada 1 Agustus 2026.
“Di situ dipertanyakan kembali niat mereka, apakah bersedia melanjutkan ikrar atau tidak. Setelah setuju, mereka masuk pintu gerbang Desa Bahagia dan tidak ada kata mundur,” kata Jayani.
Setelah itu, para peserta menjalani latihan secara intensif hingga 15 Agustus pagi sebelum memasuki masa karantina penuh menjelang pelaksanaan upacara 17 Agustus.
Dalam pelaksanaan tugasnya, 76 anggota Paskibraka dibagi menjadi dua formasi, yakni Formasi Nusa dan Formasi Bangsa. Kedua formasi tersebut memiliki pembagian tugas yang berbeda dan akan saling bertukar peran.
Namun, formasi yang nantinya bertugas dalam pengibaran bendera pada upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia belum ditentukan.
“Kami belum menentukan apakah Formasi Nusa atau Formasi Bangsa yang bertugas mengibar. Masing-masing formasi posisinya berbeda dan bertukar peran, mulai dari Danton, Danru, pembawa baki, pasukan delapan, hingga pengibar. Keputusannya baru dipublikasikan pada 17 Agustus pagi,” ujar Jayani.
Kini, seluruh anggota Paskibraka Muna Barat tinggal menunggu satu momen yang telah mereka persiapkan selama berminggu-minggu: detik-detik ketika Sang Merah Putih dikibarkan di hadapan masyarakat Muna Barat pada 17 Agustus 2026.
Ikrar telah diucapkan. Latihan telah dilewati. Tinggal satu tugas yang menanti—menunaikan amanah mengibarkan Merah Putih di hari kemerdekaan. (Red.)



Social Header