![]() |
| ketgam: Kadis Dikbut Mubar La Samahu saat sidak dan berkunjung di SMP SATAP 1 Tikep di pulo Katela (foto sahabatsultra.com) |
MUNA BARAT, SAHABATSULTRA.COM — Laut dan gelombang tak menjadi alasan bagi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muna Barat La Samahu untuk berhenti menjangkau sekolah-sekolah yang berada di wilayah kepulauan. senin (14/9/2026).
Demi memastikan pelayanan pendidikan tetap hadir hingga ke wilayah yang sulit dijangkau, Kepala Dinas Pendidikan Muna Barat La Samahu bersama jajarannya menempuh perjalanan laut menggunakan perahu menuju SMP Satap 1 Tikep.
Perjalanan tersebut menjadi gambaran tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam memastikan layanan pendidikan tidak berhenti di wilayah yang mudah diakses melalui jalur darat.
Di tengah keterbatasan akses, kehadiran langsung pejabat pendidikan di sekolah menjadi bagian penting untuk melihat kondisi pendidikan dari dekat, sekaligus memastikan kebutuhan sekolah dan para peserta didik mendapat perhatian.
Perjuangan itu mendapat apresiasi dari Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Jenderal TNI (Purn) Marciano Norman.
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) tersebut menyampaikan salam hormat dan rasa bangganya kepada Kepala Dinas Pendidikan Muna Barat serta para guru yang terus mengabdikan diri dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa.
Pesan tersebut disampaikan Marciano melalui WhatsApp.
“Terima kasih atas perjuangan dalam mempersiapkan SDM Indonesia yang kelak akan membawa negeri ini mencapai cita-cita bangsa tercinta,” demikian pesan Marciano Norman.
Ia juga memberikan penghargaan kepada para guru yang menurutnya tidak pernah lelah menjalankan tugas untuk anak-anak Indonesia.
“Saya menyampaikan salam hormat dan bangga kepada Kadis Pendidikan Muna Barat dan dewan guru yang tidak pernah lelah untuk anak bangsa Indonesia,” tulis Marciano.
Bagi Muna Barat, tantangan pendidikan bukan hanya soal proses belajar-mengajar di dalam kelas. Kondisi geografis sejumlah wilayah yang harus ditempuh melalui jalur laut juga menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah.
Karena itu, perjalanan menuju SMP Satap 1 Tikep menjadi potret lain dari upaya menghadirkan negara melalui sektor pendidikan.
Kehadiran kepala dinas di tengah kondisi geografis yang tidak mudah menunjukkan bahwa pelayanan pendidikan membutuhkan lebih dari sekadar kebijakan di atas kertas. Ada kerja lapangan, perjalanan panjang, serta keberanian untuk mendatangi sekolah dan guru secara langsung.
Apresiasi Marciano Norman sekaligus menempatkan perjuangan tersebut dalam konteks yang lebih luas: membangun sumber daya manusia Indonesia tidak hanya dilakukan di pusat-pusat perkotaan, tetapi juga dari sekolah-sekolah yang berada jauh dari akses utama.
Di ruang-ruang kelas sekolah seperti SMP Satap 1 Tikep, masa depan anak-anak daerah sedang dipersiapkan.
Dan untuk menjangkaunya, terkadang perjalanan pendidikan harus dimulai dengan menembus laut dan gelombang.
Penulis: Amsir



Social Header