| foto istimewa |
MUNA BARAT, SAHABATSULTRA.COM — Persoalan siswa yang jarang masuk sekolah dan kerap terlambat tidak hanya ditangani melalui teguran di lingkungan sekolah. Kepala SMAN 1 Napano Kusambi, Kabupaten Muna Barat, La Badi, mengambil langkah lebih jauh dengan mengarahkan guru mengunjungi rumah siswa untuk melakukan pembinaan langsung bersama orang tua.
Langkah tersebut dilakukan untuk menelusuri penyebab rendahnya kedisiplinan siswa sekaligus membangun komunikasi antara pihak sekolah dan keluarga. Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya memastikan persoalan kehadiran tidak dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan.
Dalam kunjungan tersebut, guru tidak hanya memberikan pembinaan kepada siswa, tetapi juga berdialog dengan orang tua guna mencari solusi bersama. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong siswa lebih disiplin dan bertanggung jawab terhadap kewajibannya sebagai pelajar.
Dari hasil kunjungan, orang tua siswa mengakui anaknya kerap mengalami kesulitan bangun pagi sehingga terlambat datang ke sekolah. Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pihak sekolah dan keluarga untuk memperbaiki kebiasaan sehari-hari siswa.
Sebagai bentuk keseriusan pembinaan, pihak sekolah juga membuat berita acara yang ditandatangani guru dan orang tua siswa. Dokumen tersebut menjadi catatan pembinaan sekaligus bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan kedisiplinan dan kehadiran siswa.
Langkah ini telah dilakukan sejak La Badi bertugas sebagai Kepala SMAN 1 Napano Kusambi. Pihak sekolah memandang keterlibatan orang tua sebagai unsur penting dalam menangani persoalan kedisiplinan, terutama ketika kebiasaan siswa di rumah turut memengaruhi kehadirannya di sekolah.
Melalui pendekatan langsung tersebut, sekolah berupaya agar penanganan siswa tidak berhenti pada pemberian sanksi atau teguran. Sebaliknya, penyebab persoalan ditelusuri dengan melibatkan keluarga sehingga pembinaan dapat dilakukan secara lebih terarah.
Upaya ini sekaligus menunjukkan bahwa tanggung jawab pendidikan tidak hanya berada di tangan guru, tetapi membutuhkan dukungan orang tua. Sinergi keduanya diharapkan mampu membangun kebiasaan positif, meningkatkan kedisiplinan, serta menciptakan proses belajar mengajar yang lebih optimal di SMAN 1 Napano Kusambi.
Penulis: Amsir



Social Header