Breaking News

Dapur Bergizi Muna Barat: Jurus Bupati Mubar La Ode Darwin Lawan Stunting dan Jaga Ketahanan Pangan

Foto istimewa

MUNA BARAT, SAHABATSULTRA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna Barat terus memperkuat komitmennya dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Komitmen tersebut ditandai dengan peresmian Sentra Pelayanan Pangan dan Gizi (SPPG) Kusambi yang berlokasi di Desa Sidamangura, Kecamatan Kusambi, Rabu (5/11/2025).

Peresmian SPPG tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Muna Barat, La Ode Darwin. Dengan beroperasinya dapur baru ini, jumlah fasilitas dapur pendukung MBG di Muna Barat kini mencapai delapan unit. Berdasarkan data Pemkab, program nasional tersebut telah memberikan manfaat kepada sekitar 15.900 siswa di seluruh wilayah Muna Barat.

Bupati La Ode Darwin menjelaskan, Pemkab Muna Barat masih merencanakan pembangunan lima dapur tambahan di wilayah daratan. Kelima dapur tersebut masing-masing akan dibangun di Kecamatan Maginti, Tiworo Selatan, Lawa, Wadaga, dan Tondasi.

Selain wilayah daratan, Pemkab juga menyiapkan pembangunan 12 dapur MBG di wilayah kepulauan. Rencana tersebut telah mendapat respons positif dari investor dan saat ini masih menunggu persetujuan dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat.

“Target kami, seluruh 25 dapur MBG yang tersebar di wilayah daratan dan kepulauan dapat rampung paling lambat akhir Desember 2025,” ujar La Ode Darwin.

Ia juga menyoroti tingginya antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG. Menurutnya, partisipasi aktif warga dalam setiap peresmian SPPG menjadi bukti nyata dukungan masyarakat terhadap upaya peningkatan gizi dan kesehatan anak-anak di Muna Barat.

“Program ini tidak hanya menyasar siswa sekolah, tetapi juga bertujuan memperkuat ketahanan pangan keluarga, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, serta menurunkan angka stunting,” jelasnya.

Dengan target penyelesaian 25 dapur MBG pada tahun 2025, Pemkab Muna Barat kini memfokuskan langkah pada percepatan pembangunan dan penguatan koordinasi lintas wilayah, khususnya di daerah kepulauan yang memiliki tantangan distribusi dan akses logistik lebih tinggi.

Penulis: Amr

© Copyright 2024 - SAHABAT SULTRA