![]() |
| foto istimewa |
MUNA BARAT,SAHABATSULTRA.COM – Rahman, Ketua Aliansi Aktivis Mahasiswa Sulawesi Tenggara (Alam Sultra), menyoroti kinerja Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Kesehatan Kabupaten Muna Barat (Mubar) terkait keterlambatan signifikan pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) senilai Rp12.860.300.000.
Rahman menilai progres fisik proyek yang dikerjakan CV. Vintara Mitra Utama sejak 22 Juli 2025 masih jauh di bawah target, meski telah diperpanjang adendum 50 hari hingga 8 Februari 2026.
Ia mendesak PPK untuk transparan soal verifikasi lapangan dan penerapan denda harian Rp12,86 juta sesuai Perpres Nomor 16 Tahun 2018, guna hindari pemutusan kontrak sepihak.
"Kinerja PPK harus dievaluasi karena dana DAK Kemenkes ini untuk rakyat, bukan untuk lambat dan berisiko rugikan negara akibat kelalaian pengawas,"tegas Rahman
Mantan menteri pergerakan Bem FIB ini juga menuntut audit independen dan akan melakukan demonstrasi di Kejati Sultra agar segera mengaudit dan memeriksa proyek strategis tersebut .
Selain itu, Ia juga berharap agar Pemerintah Daerah Mubar merespons masalah ini untuk memastikan Labkesmas segera berfungsi mendukung kesehatan masyarakat.
"Pemerintah Daerah Mubar harus segera respons masalah ini dengan tindakan konkret, termasuk evaluasi PPK dan percepatan proyek agar Labkesmas bisa berfungsi maksimal mendukung pelayanan kesehatan masyarakat secepatnya," harap Rahman.



Social Header