Breaking News

GENERASI EMAS SILAT MUNA BARAT BERSINAR DI KENDARI, IPSI KUNCI JUARA UMUM II ANOA CHAMPIONSHIP 2026

foto istimewa

MUBAR, SAHABATSULTRA.COM — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Tim Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Muna Barat (Mubar), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), dalam ajang Kejurnas Pencak Silat Anoa Championship II Tahun 2026 yang berlangsung di GOR KONI Kendari sejak 30 April hingga 4 Mei 2026.

Tampil dengan kekuatan penuh, sebanyak 59 orang yang terdiri dari 54 atlet serta tim pelatih dan official, kontingen Muna Barat sukses mengunci posisi Juara Umum II dengan torehan 18 medali emas, 7 perak, dan 18 perunggu.

Capaian ini menjadi bukti konsistensi dan perkembangan pesat olahraga pencak silat di Bumi Laworo, sekaligus menempatkan Muna Barat sebagai salah satu kekuatan baru di level nasional.

Sorotan utama datang dari atlet putri usia dini 1, Zahratu Nida Nurazani Nsumaso, yang masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar, namun mampu tampil luar biasa dan menyumbangkan medali emas bagi tim. Prestasi ini menjadi gambaran nyata bahwa pembinaan atlet usia dini di Muna Barat mulai menunjukkan hasil yang menjanjikan.

Selain itu, penampilan gemilang juga ditunjukkan oleh Delvi Komala Sari, yang berhasil mengalahkan pesilat Aulia Nurhasanah Ainun di partai final. Kemenangan tersebut mengantarkannya meraih predikat Pesilat Terbaik Kelas A Kategori Remaja Putri, sebuah penghargaan bergengsi dalam kejuaraan ini.

Kepala pelatih tim IPSI Muna Barat, Ikramansyah, menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras seluruh atlet dan tim yang telah berjuang maksimal selama kejuaraan berlangsung.

“Alhamdulillah, hasil ini adalah buah dari kerja keras, disiplin, dan semangat juang anak-anak. Mereka tampil luar biasa dan mampu bersaing dengan atlet-atlet dari berbagai daerah,” ujar Ikramansyah, Senin (04/05/2026).

Ia menegaskan bahwa capaian Juara Umum II ini bukanlah akhir, melainkan pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi ke depan.

“Kami akan terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan, terutama bagi atlet usia dini seperti Nida yang masih kelas 2 SD tapi sudah mampu meraih emas. Ini aset besar yang harus dijaga dan dikembangkan,” jelasnya.

Menurut Ikramansyah, dukungan dari pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan prestasi atlet.

“Kami berharap pemerintah daerah terus memberikan perhatian, baik dari sisi fasilitas latihan maupun program pembinaan. Dengan dukungan yang maksimal, kami optimis ke depan Muna Barat bisa menembus level nasional bahkan internasional,” tambahnya.

Adapun tim pelatih dan official yang mendampingi kontingen Muna Barat dalam kejuaraan ini yakni:

Manajer: La Ode Sirodi

Pelatih: Ikramansyah, Taslim, dan Ramasia

Official: LD. Haston

Keberhasilan ini semakin menegaskan bahwa Muna Barat tidak hanya memiliki potensi, tetapi juga kualitas dalam mencetak atlet-atlet berprestasi di cabang olahraga pencak silat.

Dengan semangat dan kerja keras yang terus terjaga, mimpi untuk melihat atlet Muna Barat berdiri di podium tertinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional, kini bukan lagi sekadar angan.

© Copyright 2024 - SAHABAT SULTRA