Oleh: Muh. Arsandi
Pengurus Ikatan Mahasiswa Besulutu (IKAMABES) Jakarta
![]() |
| Kondisi jalan yang sangat buruk yang di lalui anak sekolah |
Jakarta, Sahabatsultra.comn- Kerusakan jalan pada ruas Desa Ranomolua–Lawonua, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe, bukan lagi persoalan baru bagi masyarakat. Kondisi jalan yang rusak parah telah berlangsung bertahun-tahun dan hingga kini belum mendapatkan penanganan yang maksimal serta berkelanjutan dari pihak terkait.
Padahal, jalan tersebut merupakan akses vital yang digunakan masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, pertanian, hingga mobilitas sosial antarwilayah. Sayangnya, masyarakat justru terus dipaksa bertahan dalam kondisi infrastruktur yang jauh dari kata layak.
Saat musim hujan tiba, ruas jalan berubah menjadi lumpur yang sulit dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Kendaraan masyarakat sering mengalami kesulitan melintas akibat jalan yang licin dan berlubang. Bahkan dalam situasi tertentu, aktivitas masyarakat menjadi terganggu karena akses transportasi tidak dapat berjalan normal.
Sebaliknya, ketika musim kemarau datang, masyarakat harus menghadapi debu tebal yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan berdampak terhadap kesehatan warga di sekitar jalan tersebut. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, mengingat jalan Ranomolua–Lawonua merupakan jalur utama penghubung masyarakat desa.
Persoalan ini tidak boleh terus dianggap sebagai masalah biasa. Kerusakan jalan yang berlangsung dalam waktu lama menunjukkan belum optimalnya perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya terkait infrastruktur yang layak, aman, dan manusiawi.
Selain itu, kerusakan jalan juga berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Distribusi hasil pertanian warga menjadi terhambat, aktivitas ekonomi desa melambat, akses pendidikan terganggu, hingga pelayanan kesehatan masyarakat menjadi tidak maksimal. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka ketimpangan pembangunan antara wilayah desa dan perkotaan akan semakin nyata.
Di sisi lain, di wilayah Kecamatan Besulutu terdapat perusahaan perkebunan sawit swasta yang telah lama beroperasi. Sebagai pihak yang turut memanfaatkan akses jalan masyarakat untuk aktivitas operasional perusahaan, sudah sepatutnya perusahaan memiliki kepedulian sosial terhadap kondisi infrastruktur yang digunakan bersama masyarakat.
Karena itu, masyarakat tentu wajar mempertanyakan sejauh mana kontribusi dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap kerusakan jalan yang selama ini menjadi akses utama warga desa. Kehadiran perusahaan di suatu wilayah semestinya tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Pemerintah daerah juga tidak boleh terus membiarkan persoalan ini tanpa langkah konkret. Pembangunan tidak boleh hanya menjadi angka dalam laporan, sementara masyarakat desa setiap hari masih harus berjibaku dengan lumpur saat hujan dan debu saat kemarau.
Sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Konawe mengambil langkah serius dan berkelanjutan dalam melakukan perbaikan jalan Ranomolua–Lawonua. DPRD Kabupaten Konawe juga perlu menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal, termasuk mendorong dilaksanakannya Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna mencari solusi bersama atas persoalan tersebut.
Selain itu, seluruh elemen masyarakat, pemuda, mahasiswa, dan tokoh daerah perlu bersama-sama mengawal persoalan ini agar tidak terus diabaikan. Infrastruktur yang layak merupakan hak dasar masyarakat yang wajib dipenuhi oleh negara.
Masyarakat desa tidak boleh terus dipaksa hidup dalam kondisi jalan yang rusak tanpa kepastian solusi. Negara harus hadir secara nyata untuk memastikan seluruh masyarakat, termasuk yang berada di desa, memperoleh akses infrastruktur yang aman, layak, dan manusiawi.
Opini
Penulis: Muh. Arsandi Pengurus IKAMBES



Social Header