![]() |
| foto istimewa |
JAKARTA, SAHABATSULTRA.COM – Kabar yang ditunggu para lulusan SMA/SMK sederajat akhirnya tiba. Pemerintah menyiapkan 4.770 formasi sekolah kedinasan dalam seleksi CPNS 2026 yang dijadwalkan mulai dibuka pada Agustus 2026.
Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya menyediakan 3.257 formasi. Artinya, terdapat tambahan 1.513 kursi yang diperebutkan calon peserta tahun ini.
Pengumuman seleksi dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Setelah pengumuman resmi diterbitkan, pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) milik Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menegaskan, sekolah kedinasan bukan semata-mata jalur pendidikan menuju profesi aparatur sipil negara.
“Seleksi sekolah kedinasan bukan hanya tentang kesempatan menjadi ASN, tetapi juga tentang mempersiapkan diri menjadi pribadi yang kompeten, berintegritas, dan disiplin dalam pengabdian kepada masyarakat,” ujar Rini dalam keterangan resmi, sebagaimana dikutip dari Kompas, Minggu (16/8/2026).
4.770 Formasi, 9 Instansi Buka Kesempatan
Formasi sekolah kedinasan 2026 tersebar di sembilan kementerian dan lembaga. Jumlah kebutuhan berbeda-beda sesuai dengan sekolah dan instansi penyelenggara.
Berikut rincian formasi yang tersedia:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN): 1.410 formasi.
Politeknik Keuangan Negara STAN: 1.000 formasi.
Sekolah Kedinasan Kementerian Perhubungan: 891 formasi.
Politeknik Statistika STIS: 564 formasi.
Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan: 375 formasi.
Politeknik Pengayoman Indonesia: 250 formasi.
Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG): 130 formasi.
Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN): 100 formasi.
Politeknik Siber dan Sandi Negara: 50 formasi.
Dari jumlah tersebut, IPDN menjadi penyedia formasi terbesar dengan 1.410 kursi, disusul PKN STAN sebanyak 1.000 formasi dan sekolah kedinasan Kementerian Perhubungan sebanyak 891 formasi.
Besarnya jumlah formasi membuat seleksi sekolah kedinasan kembali menjadi salah satu jalur yang menarik perhatian lulusan SMA/SMK sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan sekaligus mengejar peluang berkarier sebagai ASN.
Pendaftaran Dibuka Agustus, SKD September
Rangkaian seleksi akan dimulai pada Agustus 2026. Pada tahap awal, pemerintah akan mengumumkan informasi resmi sekaligus membuka pendaftaran calon peserta.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal SSCASN BKN. Peserta harus melakukan registrasi dan mengunggah dokumen sesuai persyaratan yang ditetapkan masing-masing instansi.
Setelah proses pendaftaran, peserta dijadwalkan mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada September 2026.
Tahapan berikutnya akan mengikuti ketentuan masing-masing sekolah kedinasan. Karena itu, peserta wajib mencermati setiap pengumuman resmi dari instansi yang dipilih.
Ini Materi SKD yang Harus Dipelajari
Seleksi Kompetensi Dasar dilaksanakan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Peserta akan mengerjakan soal secara komputerisasi dengan materi yang terdiri atas tiga bagian utama.
Pertama, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).
Materi ini menguji pemahaman peserta mengenai wawasan kebangsaan dan berbagai aspek yang berkaitan dengan kehidupan bernegara.
Kedua, Tes Intelegensia Umum (TIU).
TIU mengukur kemampuan intelektual peserta, termasuk kemampuan berpikir logis, analitis, numerik, dan verbal.
Ketiga, Tes Karakteristik Pribadi (TKP).
TKP mengukur karakter dan respons peserta ketika menghadapi berbagai situasi, termasuk aspek perilaku, pelayanan,
profesionalisme, serta kemampuan mengambil keputusan.
Dengan sistem CAT, proses ujian dilakukan secara terukur dan hasilnya dapat diproses berdasarkan mekanisme yang telah ditetapkan.
Jangan Terjebak Janji Kelulusan
Di tengah tingginya minat terhadap sekolah kedinasan, calon peserta juga diminta berhati-hati terhadap pihak yang menawarkan jasa atau menjanjikan kelulusan.
Pemerintah menegaskan bahwa proses pendaftaran dilakukan melalui jalur resmi. Karena itu, calon peserta sebaiknya tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku dapat membantu meluluskan peserta dengan imbalan tertentu.
Informasi mengenai jadwal, formasi, persyaratan, lokasi seleksi, hingga tahapan berikutnya harus diperiksa melalui kanal resmi pemerintah dan instansi sekolah kedinasan yang dituju.
Peluang Besar, Persaingan Tetap Ketat
Tambahan 1.513 formasi dibandingkan tahun sebelumnya memang memperbesar peluang bagi calon peserta. Namun, jumlah kursi yang tersedia tetap harus diperebutkan melalui rangkaian seleksi yang ketat.
Karena itu, calon peserta tidak cukup hanya mengandalkan jumlah formasi. Persiapan akademik, pemahaman materi SKD, kelengkapan dokumen, serta ketelitian mengikuti setiap tahapan menjadi faktor penting.
Bagi lulusan SMA/SMK sederajat yang membidik sekolah kedinasan, Agustus menjadi bulan penting. 4.770 formasi telah disiapkan, tetapi hanya peserta yang benar-benar siap yang akan mampu melewati setiap tahapan seleksi. (Red)
.jpg)


Social Header